• Jl. M.Kasim, No.26
  • Pangkilcemerlang28@gmail.com

Sejarah Desa

03 Februari 2019 SITI MIRNAWATI, S.AP Dibaca 2.700 Kali

Raja Kecil dari Kerajaan Siak Sri Indrapura, berazam untuk menaklukkan Kerajaan Riau. Untuk mencapai maksudnya tersebut, Raja Kecil beberapa kali melakukan serangan dalam wilayah taklukan Kerajaan Riau. Namun usahanya tersebut dapat digagalkan. Pada waktu itu Sultan Riau telah diangkat yaitu Sultan  Abd Jalil Riayat Syah, anak beliau yang bernama  Raja Sulaiman berusaha untuk menghadapi serangan yang dilakukan oleh Raja Kecil tersebut diatas. Salah satu usaha itu ialah meminta bantuan dari putra-putra Bugis yaitu Daeng Parani, Daeng Marewah, Daeng Celak, Daeng Manambun dan Daeng Kamasi. Putra-putra Bugis tersebut diatas memang sering membantu daerah mana saja yang ditimpa musibah peperangan. Dengan gagah berani putra-putra Bugis dengan seluruh perangkatan perangnya melawan Raja Kecil dari Siak Sri Indrapura itu, armada Kerajaan Siak dapat dikalahkan sehingga keamanan dilaut dapat ditertibkan.

Dengan kekalahan Raja Kecil tersebut, maka bebaslah Kerajaan Riau dari ancaman yang senantiasa merong-rong Kerajaan. Maka pada tahun 1722 diangkatlah Raja Sulaiman menjadi Sultan Riau dengan gelar Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah, adapun mengenai putra-putra bugis yang telah membantu memulihkan ketertiban dan keamanan kerajaan diangkat menjadi yang dipertuan Muda Riau Lingga. Konon ceritanya, pengangkatan yang dipertuan Muda Lingga itu menimbulkan kekecewaan dari putra-putra Raja yang bernama Tengku Abdul Kadir dan Tengku Takliah keduanya mengambil keputusan untuk lari dari kerajaan yang pada waktu itu berpusat di Ulu Riau, mereka berdua lari bersama dengan pengikut-pengikutnya ke Selat Galang.

Kepergian kedua putra raja tersebut menimbulkan kesedihan dan kekecewaan dari Permaisuri, oleh karena itu dengan diiringi beberapa dayang dan pengikut-pengikutnya yang lain beliau menyusul untuk mengharapkan supaya kedua putra Raja tersebut pulang kekerajaan, akhirnya Permaisuri sampai disebuah pulau dan beliau memanggil kedua putranya tersebut, namun panggilan itu tidak di indahkan. Beberapa kali utusan datang untuk memanggil kedua.putra raja namun tetap tidak diperdulikan oleh mereka. Dengan berat hati dan menyesal Permaisuri kembali kepusat Kerajaan Ulu Riau. Berkenaan dengan itulah tempat dimana Permaisuri memanggil kedua putra Raja itu diberi nama Tanjung Putus yang sekarang Tanjung Kudus, yang bermaksud putus harapan nya untuk membawa putra raja itu Pulang ke Kerajaan. Pulau tempat Permaisuri singgah itulah diberi nama Pulau Panggil kemudian berubah sebutannya menjadi Pulau Pangkil.

 

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar